Denpasar (Antara Bali) - Aparat kepolisian dari Satuan Brimob Polda Bali, Polresta Denpasar, dan anggota TNI, Senin terus siaga menjaga lokasi bentrokan massa dari dua organisasi kemasyarakatan di Jalan Buana Raya, Kota Denpasar.

Bentrok antarkelompok ormas Laskar Bali dengan Padang Sambian Bersatu (PSB) yang meletus sejak Minggu (23/12) malam itu diwarnai pembakaran dua mobil, delapan sepeda motor, merusak sejumlah ruko dan bangunan posko.

"Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, kami tetap menyiagakan aparat yang didukung anggota Brimob dan dari TNI," kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, AKP Ida Bagus Sarjana, di Denpasar, Senin.

Pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Polda khususnya Satuan Brimob, terkait penempatan aparat keamanan di lokasi kejadian. Aparat keamanan, katanya, akan terus disiagakan hingga situasi benar-benar kondusif.

Sementara itu situasi di tempat kejadian perkara (TKP) terlihat berangsur-angsur kondusif. Beberapa petugas nampak mengatur arus lalu lintas kendaraan yang tersendat akibat banyaknya warga berkerumun di sekitar lokasi bentrok.

Meski sudah berangsur-angsur kondusif, namun beberapa warga mengaku masih merasa ketakutan. "Kejadian semalam mengerikan. Saya dan keluarga merasa takut bentrokan meluas ke rumah warga sekitar," kata Sari, penduduk setempat, saat berada di lokasi kejadian.

Beberapa petugas kebersihan juga terlihat memunguti dan menghimpun sisa-sisa pecahan kaca dan material lainnya dari beberapa unit ruko yang turut dirusak. Bentrokan massa dari dua organisasi kemasyarakatan itu mengakibatkan satu posko Dewan Penasehat Laskar Bali di Jalan Buana Raya No.2 Denpasar ludes dibakar.

Selain itu delapan unit motor juga ikut hangus dan dua mobil tak luput dari pengerusakan. Beberapa unit ruko juga mengalami kerusakan pada bagian depan, kaca-kacanya pecah berantakan. (*/T007)